Thursday, September 26, 2019

Misi Menyatukan Rasa Manis di Jakarta Dessert Week

Jakarta - Belakangan ini festival kuliner semakin marak di Indonesia. Temanya cukup beragam dengan keuggulan dan keunikan masing-masing. Namun, ada yang beda dari Jakarta Dessert Week (JDW).

Diadakan untuk pertama kalinya, festival ini menyajikan konsep dan makana yang khas. Sesuai dengan namanya, festival ini akan menghadirkan ragam makanan dessert atau pencuci mulut yang tentunya sebagian besar rasanya adalah manis, baik berupa makanan maupun minuman. Yang unik dan beda dari JDW salah satunya adalah tidak diadakan di satu tempat seperti di mal yang biasanya jadi tempat penyelenggaraan festival kuliner.

"Jakarta Dessert Week ini seperti event Jakarta Great Sale, tidak berpusat di satu tempat, tapi di beberapa tempat di Jakarta. Jadi, acara kuliner ini akan berlangsung di beberapa tempat" terang Tria Agustina, salah seorang penggagas JDW saat ditemui di Nusa Gastronomy, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, 26 September 2019.

Selain Tria, festival ini juga digagas oleh Gupta Sitorus, Talita Setyadi, Kevindra Soemantri, Arimbi Nimpuno dan Primo Rizky. Mereka merupakan pecinta kuliner dari berbagai latar belakang. 

mau produk kamu di promosiin sama artis dan influencer terkenal??? langsung aja cek linknya di influencer marketing artikel

Mereka berenam mengkurasi dan kemudian memilih 17 outlet yang akan berpartisipasi di JDW, di antaranya Build The Cake, Pipiltin Cocoa, Burgreens, The Pancake Co., La Patisserie, Delico, dan Namelaka. 

Tema yang dipilih adalah Retro, karena belakangan ini tema nostalgia sedang banyak digemari. Selain menyajikan kuliner modern, festival ini juga akan menghadirkan kue-kue khas Indonesia seperti kue jajanan pasar atau juga es krim tradisional dengan sentuhan kekinian.

"Tujuan utama dari JDW ini adalah kita bukan hanya ingin mengangkat dessert tapi juga para juru masaknya atau chef. Karena selama ini chef spesialisasi dessert tidak mempunyai wadah untuk bersatu karena ego mereka yang begitu besar," ucap Primo yang juga mempunyai usaha kuliner dessert.

Menurut Primo, chef khusus dessert umumnya tidak mau berbagi resep kreasi mereka, sehingga hubungan antar-chef jadi kurang harmonis. Hal ini berbeda dengan chef makanan utama atau hot kitchen yang justru lebih guyub dan tak segan berbagi resep.

agen judi terpercaya nih bro! langsung aja cek linknya

Lebih Menghargai Dessert


Untuk itu, JDW diharapkan bisa lebih menyatukan para chef dessert. Caranya dengan berkolaborasi antar-chef yang akan diadakan di beberapa tempat peserta JDW.
"Nanti akan ada banyak kolaborasi antar-chef dessert di beberapa tempat. Untuk jadwal lengkapnya bisa dilihat di akun Instagram dan situs resmi Jakarta Dessert Week," jelas Gupta Sitorus pada Liputan6.com.

Satu lagi keunikan festival ini adalah menghadirkan beragam menu dessert yang hanya tersedia selama festival berlangsung pada 7 sampai 20 Oktober 2019. Beberapa menu dessert tersebut merupakan hasil kreasi para chef peserta JDW.

mau mobil klasik ataupun keluaran yg terbaru tapi dengan harga yang murah??? langsung aja cek linknya di lelang mobil jakarta hari ini dijamin recommended!

Acara yang juga didukung Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi DKI Jakarta ini menyediakan berbagai hadiah menarik untuk para pengunjung JDW. Para penggagas festival ini berharap masyarakat terutama penyuka kuliner akan lebih menghargai dessert. Mereka berharap dessert tak kalah dan sejajar dengan makanan utama, sama-sama enak dan mengenyangkan.

"Biasanya kalau kita makan di restoran kan ada appetizer, main course, sama dessert. Selama ini, orang Indonesia lebih memilih memesan main course saja. Mereka biasanya nggak mau pesan dessert kalau harganya lebih mahal dari main course. Padahal, rasanya ngga kalah enak dan bisa bikin kenyang juga," tutur Primo, salah satu pemilik usaha Eskimomo yang juga akan hadir di JDW.

Menurut Primo, festival dessert sudah cukup banyak dan diminati di banyak negara, termasuk di negara tetangga Indonesia seperti di Singapura. "Kita berharap di Jakarta juga dapat sambutan bagus. Karena kita berharap bakal membuat acara ini lagi di tahun depan dan bisa menjadi event tahunan dan seperti moto kita, membuat Jakarta jadi tempat yang lebih manis," kata Primo.

sumber : liputan6.com

Monday, September 9, 2019

Bocoran Regulasi Pemprov DKI Jakarta untuk Pengguna Kendaraan Listrik

Mobil listrik

Jakarta - Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia dipercaya bakal terus bergerak cepat. Terlebih, setelah Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Program Kendaraan bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo.

Salah satu bentuk dukungan adalah pemberian insentif untuk pengguna kendaraan listrik. Tidak hanya dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga berjanji untuk memberikan berbagai insentif.

Seperti dijelaskan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pihaknya akan menyiapkan regulasi lengkap terkait insentif untuk pengguna kendaraan listrik.

"Nanti kalau sudah lengkap (regulasi insentif-nya) saya umumkan," terang Anies saat mengunjungi pameran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019, beberapa wakytu lalu.

Sementara itu, saat ditanya lebih detail terkait gambaran insentif untuk pengguna kendaraan listrik, orang nomor 1 di Jakarta ini tidak bisa membocorkannya, karena semua kebijakan tersebut tidak bisa spontanitas.

"Nanti saja. Saya selalu sampaikan tidak pernah kebijakan itu spontanitas. Bukan, ini bukan spontanitas. Termasuk ke listrik bukan spontanitas. Dirancang dengan serius, karena untuk membentuk perilaku," tegasnya.

Untuk Mengubah Perilaku

Jadi, saat insentif yang diberikan Pemprov DKI Jakarta ini sudah diberlakukan, maka untuk mendorong perubahan perilaku dari pengguna kendaraan konvensional menjadi listrik, dan harus dilakukan dengan langkah yang rasional.

"Rasional itu artinya secara hitungan ekonomis masuk akal. Sehingga tidak harus kaya raya untuk pakai mobil listrik. Tidak harus bergaya untuk kendaraan listrik. Tapi, siapapun bisa menggunakan kendaraan listrik karena rasional," tambahnya.

Kebijakan tersebut, akan dipikirkan secara matang, agar tidak merugikan pengguna kendaraan listrik. "Kalau berpindah rugi buat apa. Jadi, saya beri contoh soal parkir, ganjil genap, pajak, kemudian kemudahan lain. Nanti disiapkan lengkapnya, baru diluncurkan," pungkasnya.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:



Tuesday, September 3, 2019

Media Asing Sorot Pilihan Nama Ibu Kota Baru Indonesia

Presiden Joko Widodo akan memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Dua kota telah dipilih, yakni Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Kabar itu tidak hanya santer diwartakan oleh media lokal dan nasional, tetapi juga internasional.

Baru-baru ini, sebuah media asing yang berbasis di Singapura, Channel News Asia, menyoroti pilihan nama untuk ibu kota baru Indonesia. Pada Selasa, 27 Agustus 2019, portal yang kerap disebut CNA itu mengutip pemberitaan Reuters tentang banyaknya warganet yang mengusulkan nama-nama unik.

"Masyarakat Indonesia tergerak untuk memberikan saran nama bagi ibu kota masa depan mereka... setelah pengumuman yang telah ditunggu-tunggu sejak nama terkait lokasi baru," lapor Channel News Asia dikutip Rabu (28/8/2019).

Nama yang disorot oleh kedua media itu, Reuters dan CNA adalah "Jokograd" dan "Saint Jokoburg" yang telah disarankan oleh pengguna Twitter bernama @Enggalpm

"Semoga keduanya dapat dipertimbangkan," tulis @Enggalpm.

Sementara itu, pengguna bernama @IdThalamus mengusulkan "Mandalanusa" yang memiliki arti sebagai pusat kepulauan. Adapun @AnugrahArgaS6 mengusulkan "Sri Mahendrakerta" yang berarti sebuah kota yang diberkati oleh para dewa untuk membawa kebijaksanaan, menegakkan keadilan, dan menciptakan kemakmuran.

Keputusan Jokowi Pindahkan Ibu Kota Disorot Dunia

Sementara itu, keputusan Jokowi memindahan ibu kota itu menjadi sorotan dunia. Mulai dari Asia hingga Amerika.

Dari Malaysia, The Star Online mengulasnya melalui artikel bertajuk "Jakarta-based diplomats question capital move". Di mana mengulik soal kantor diplomatik, kantor regional dan waktu relokasi. Situs ini juga membandingkan perpindahan ibu kota Jakarta dengan hal serupa yang dilakukan Korea Selatan pada 2012.

Media Taiwan, Taipei Times, juga turut mengangkat isu yang tengah hangat tersebut dengan tulisan "Jokowi picks new Indonesian capital". Sedangkan Taiwan News melalui "Indonesia to move capital from Jakarta to East Kalimantan". 

Sementara itu, dari Singapura, The Straits Times, memaparkannya dalam artikel "East Kalimantan to be home of Indonesia's new capital: Jokowi".

"Presiden Indonesia Joko Widodo telah memilih Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia untuk meredakan ketegangan di Jakarta," tulis media tersebut.

Situs berita Filipina, Manila Times, juga tak ketinggalan mengangkat isu soal pemindahan ibu kota Indonesia itu. Melalui sebuah tulisan yang diberi tajuk "Borneo Indonesia’s new capital".

Negeri Tiongkok melalui South China Morning Post, juga mengulasnya dari sisi biaya perpindahan ibu kota dengan artikel "Indonesia picks area on Borneo for new capital, with relocation estimated to cost US$33 billion".

Dari Negeri Sakura, Nikkei Asian Review memuat isu tersebut lewat "Jokowi announces Indonesia's new capital in East Kalimantan". Sedangkan NHK dengan "Indonesian capital to shift to Borneo".
Di bagian akhir, Channel News Asia mengakui pemilihan nama memang sangat sensitif di Indonesia yang multietnis. Adapun saat ini, badan perencanaan pembangunan nasional (BAPPENAS) mengatakan nama ibu kota baru belum diputuskan.

Australia hingga Amerika

Negeri Kanguru pun ikut menggulirkan isu pemindahan ibu kota Indonesia yang baru saja diumumkan oleh Jokowi. Situs ABC News dengan "Indonesia picks Jakarta capital replacement in East Kalimantan province on Borneo", memaparkan detik-detik keputusan tersebut.

"Provinsi Kalimantan Timur yang berpenduduk jarang, yang terkenal dengan hutan hujan dan orangutan, akan menjadi lokasi ibu kota baru Indonesia, kata Presiden Joko Widodo," tulis media itu.

Artikel "Indonesia picks Borneo island as site of new capital", menjadi tajuk pemberitaan media Amerika BBC. Sementara New York Times mengulas dengan "Indonesia's Capital is Sinking, Polluted and Crowded. It's Leader Wants to Build a New One." 

Lalu media Time ikut membahasnya melalui "Indonesia Plans to Move Its Capital to the Island of Borneo". Sementara media Inggris laiinya, The Telegraph memuatnya dengan "Indonesia will move capital to island of Borneo", juga "Why Indonesia's government is moving capital from Jakarta to a 'strategic location' in Borneo".

Sedangkan Bloomberg dengan "Jokowi Picks Borneo for New Indonesia Capital".
Media Amerika, Voice of America membahasnya dengan "Indonesian President: New Capital Will Be on Borneo". 

Monday, September 2, 2019

About Me

Hai bro... nama gue danni, biasa dipanggil dann. Gua hobi banget main game, suka sama teknologi, suka olahraga, suka sama seni, suka banget nyobain makanan. Gua suka main game pubg. Sehari kalo lagi niat bisa aja gua maen sampe 10 jam sehari. Gua juga suka sama yg namamnya teknologi, suka sama perkembangan gadget yang semakin hari semakin canggih. Gua juga suka makan, ya kalo ga makan kan mati yekan. Gua main banyak game, dan gua juga suka olahraga. yuk ikutin keseruan gua di blog ini.